Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap pernyataan bank sentral AS (The Fed) mengenai suku bunga.
Menurut Refinitiv, rupiah dibuka dengan melemah 0,06% di angka Rp15.755 per US$. Namun, penguatan ini berbeda dengan pelemahan yang terjadi kemarin (5/3/2024) sebesar 0,19%.
Sementara itu, indeks DXY pada pukul 08:45 WIB naik ke angka 103,87 atau menguat 0,07% dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin yang berada di angka 103,8.
Investor saat ini masih berada dalam mode wait and see, terutama menantikan pernyataan Jerome Powell, Ketua The Fed, mengenai outlook ekonomi AS dan kebijakan suku bunga.
Menurut Quincy Krosby, kepala strategi global di LPL Financial yang dilansir oleh CNBC International, pasar sedang mengumpulkan informasi untuk mengantisipasi kapan The Fed akan mulai menurunkan suku bunga dan seberapa besar penurunan yang akan dilakukan. Fokus utama tetap pada pandangan The Fed terhadap inflasi dan bagaimana Powell akan menyampaikan hal tersebut.
Dalam beberapa minggu terakhir, ada pergeseran dinamika antara pasar keuangan dan The Fed terkait ekspektasi terhadap penurunan suku bunga tahun ini. Pasar harus menyesuaikan pandangannya dari bank sentral yang sangat akomodatif menjadi lebih hati-hati dan mempertimbangkan secara mendalam.
Pasar saat ini mengantisipasi kemungkinan The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada bulan Juni. Malam ini juga akan dirilis data pembukaan lowongan baru yang bisa menjadi salah satu pertimbangan penting dalam kebijakan The Fed, dengan perkiraan konsensus dari Trading Economics menunjukkan penurunan menjadi 8,9 juta dari 9,03 juta pada Januari.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
