0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

Hari ini, Kamis (7/3/2024), pidato Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menjadi sorotan utama bagi pasar keuangan global. Powell memberikan petunjuk penting mengenai kebijakan suku bunga AS yang menjadi fokus perhatian para investor.

Pasar keuangan mengalami rebound pada perdagangan kemarin setelah beberapa sesi sebelumnya mengalami penurunan. Baik pasar saham maupun nilai tukar rupiah berhasil ditutup di zona penguatan.

Penguatan IHSG dan Nilai Tukar Rupiah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan Rabu (6/3/2024), naik sebesar 1,14% ke level 7.329,8. IHSG berhasil pulih kembali ke atas level psikologis 7.300 setelah sebelumnya terkoreksi ke level psikologis 7.200.

Transaksi di IHSG mencatatkan nilai sebesar Rp 8,8 triliun dengan volume perdagangan mencapai 22 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 1,3 juta kali. Dari segi saham, 270 saham mengalami apresiasi, 239 saham mengalami depresiasi, dan 258 saham stagnan.

Secara sektoral, sektor teknologi menjadi penopang terbesar IHSG dengan kenaikan 5,31%, diikuti oleh sektor transportasi dan keuangan masing-masing naik 1,18% dan 1,17%.

Di sisi lain, rupiah menguat terhadap dolar AS. Menurut Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,44% menjadi Rp15.695 per dolar AS, berbeda dengan pelemahan pada sesi perdagangan sebelumnya.

Sentimen Dari Pidato Jerome Powell

Pidato Powell semalam memberikan petunjuk penting terkait rencana pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Ekspektasi pasar terkait pemotongan suku bunga mulai Juni 2024 semakin kuat, didukung oleh data inflasi AS yang semakin terkendali. Data ekonomi lain juga menunjukkan adanya potensi pelemahan ekonomi AS yang memperkuat argumen untuk pemangkasan suku bunga.

Data manufaktur AS pada bulan Februari menunjukkan penurunan dengan PMI turun menjadi 47,8, menandakan kontraksi di sektor manufaktur untuk bulan ke-16 berturut-turut. Sementara itu, pertumbuhan industri jasa AS juga melambat sedikit dengan PMI non-manufaktur turun menjadi 52,6 pada bulan yang sama.

Dengan demikian, pasar akan terus memantau perkembangan data ekonomi AS serta perkataan selanjutnya dari Jerome Powell untuk mengantisipasi langkah-langkah The Fed di masa mendatang. Penjagaan terhadap inflasi dan pandangan Powell terhadap kondisi ekonomi akan menjadi kunci dalam menentukan arah kebijakan moneter AS ke depan.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *