Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan persediaan uang tunai sebesar Rp 197,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang rupiah menjelang momen Ramadan dan Idul Fitri tahun 2024. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 4,65% dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 188,8 triliun.
Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menjelaskan bahwa lonjakan ini sesuai dengan pola musiman di mana permintaan uang tunai meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama umat Islam, dan mobilitas publik terkait dengan mudik.
“Normalisasi pasca pandemi Covid-19 memperkirakan mobilitas publik akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yang menjadikan peningkatan persediaan uang kartal oleh BI sebagai langkah yang wajar,” ujar Josua kepada Kontan.co.id pada Jumat (15/3).
Josua juga menyoroti bahwa perputaran uang selama periode Lebaran biasanya meningkat signifikan di berbagai kota dan daerah. Hal ini terjadi seiring dengan mudik yang mempercepat peredaran uang di daerah, yang pada akhirnya akan menggerakkan roda perekonomian melalui peningkatan transaksi perdagangan barang dan jasa.
Secara keseluruhan, Josua memperkirakan bahwa dampak Ramadan dan Idul Fitri terhadap ekonomi dapat mendorong pertumbuhan sebesar 0,14 hingga 0,25 poin persentase (ppt).
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimis bahwa pemberian komponen tunjangan kinerja 100% pada tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024.
“Dalam APBN 2024, kami telah memasukkan asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2%, yang sudah menghitung dampak dari THR dan gaji ke-13 ASN. Hal ini diperkirakan akan mempengaruhi pertumbuhan pada kuartal I dan II,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat (15/3).
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
