Cadangan devisa Indonesia diprediksi terus menurun menjelang kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS (The Fed) pada paruh kedua 2024, dengan estimasi mencapai sekitar US$ 138,7 miliar pada Juni 2024. Meskipun demikian, ekspektasi pemangkasan suku bunga ini diharapkan membawa masuknya modal baik di sektor keuangan maupun real.
Menurut Myrdal Gunarto dari Bank Maybank Indonesia, potensi pemangkasan suku bunga The Fed hingga tiga kali dapat mendorong cadangan devisa Indonesia mencapai US$ 151,5 miliar pada akhir tahun 2024. Investor, meski menghadapi penurunan, tetap memilih untuk membeli saat harga aset sedang rendah, didorong oleh kondisi fundamental yang solid dan imbal hasil yang menarik di Indonesia.
Langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah dengan intervensi juga berperan dalam penurunan cadangan devisa Indonesia pada Maret 2024, yang mencapai US$ 140,4 miliar dari posisi Februari 2024 sebesar US$ 144,0 miliar. Meskipun terjadi aksi profit taking global dan ketidakpastian terkait kebijakan The Fed, rupiah tetap berada di level resisten Rp 15.962 per dolar AS, dengan neraca dagang surplus dan kondisi ekonomi yang terjaga.
Dengan kondisi defisit neraca transaksi berjalan yang diperkirakan tetap di bawah 1,5% terhadap PDB, serta pertumbuhan ekonomi yang stabil sekitar 5% dan inflasi di bawah 3,5% year on year (yoy), Indonesia tetap menawarkan prospek investasi yang menarik di tengah dinamika eksternal yang tidak pasti.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
