Di tengah sentimen yang berfluktuasi, nilai tukar Rupiah mengalami penguatan signifikan menjelang libur panjang Lebaran pada Jumat (05/04/2024). Mata uang Garuda berhasil menguat 0,28% dan mencapai Rp 15.845 per Dolar AS, melawan tekanan dari penguatan Dollar Index (DXY) yang mempengaruhi pasar emerging market, termasuk Indonesia. Executive Director PT J.P Morgan Sekuritas Indonesia, Henry Wibowo, menyoroti dampak dari perbedaan tingkat imbal hasil dan spread kredit, yang mendorong investor untuk berpaling ke pasar negara maju, meninggalkan pasar domestik.
Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, Steve Satya Yudha, menambahkan bahwa volatilitas pasar akibat kebijakan The Fed juga mempengaruhi minat investor terhadap pasar keuangan Indonesia, sementara kondisi ekonomi AS yang kuat menarik aliran dana kembali ke sana, didukung oleh kenaikan imbal hasil dari US Treasury.
