Ekonomi global tahun ini masih menghadapi banyak tantangan, dengan potensi risiko yang dapat memperlambat laju pertumbuhan. Meski demikian, tim ekonom Bank Mandiri memastikan bahwa ketidakpastian ekonomi dunia tidak akan memicu resesi global.
Proyeksi Ekonomi Global
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menyatakan bahwa meskipun ada tekanan ekonomi, probabilitas resesi global telah berkurang dibandingkan dengan tahun 2023. Beberapa poin penting dari proyeksi ini meliputi:
- Amerika Serikat: Pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan akan stabil di kisaran atas 1%, dengan proyeksi 2,7% pada 2024 dan melambat menjadi 1,3% pada 2028.
- China: Ekonomi China diperkirakan tumbuh 4,6% pada 2024, kemudian menurun secara bertahap hingga mencapai 3,4% pada 2028.
- Zona Eropa: Eropa diproyeksikan tumbuh 0,5% pada 2024, meningkat menjadi 1,9% pada 2025, dan kemudian melambat ke 1,5% pada 2028.
Andry menekankan bahwa tren yang terlihat adalah pelambatan pertumbuhan ekonomi, bukan resesi.
Risiko Ekonomi Global
Beberapa faktor yang berpotensi menekan ekonomi global adalah:
- Ketegangan Geopolitik: Konflik di Timur Tengah, Rusia-Ukraina, dan China-Taiwan dapat mengganggu harga komoditas dan biaya logistik.
- Pemilu AS: Kandidat terkuat, Donald Trump, memiliki sejarah perang dagang dengan China yang dapat memengaruhi harga komoditas dan rantai pasokan global.
- Suku Bunga Tinggi: Suku bunga tinggi yang berkepanjangan dapat menekan ekonomi global, terutama karena inflasi di AS yang sulit terkendali.
- Perubahan Iklim: Gangguan terhadap sektor komoditas, naiknya biaya bisnis, dan harga pangan yang meningkat akibat perubahan iklim.
Resiliensi Ekonomi Indonesia
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa probabilitas resesi di Indonesia sangat rendah, hanya sekitar 1,5%, lebih rendah dibandingkan dengan negara lain seperti Jerman (60%), Italia (55%), dan Korea Selatan (15%).
Airlangga menyebutkan beberapa faktor yang mendukung resiliensi ekonomi Indonesia:
- Pertumbuhan Ekonomi: Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% pada triwulan I 2024, salah satu yang tertinggi selama ini.
- Inflasi Terkendali: Tingkat inflasi sesuai target dalam APBN.
- Penilaian Positif: Indonesia mendapat penilaian bagus dari berbagai lembaga rating internasional.
Kesimpulan
Meski ada banyak tantangan dan risiko yang dihadapi, baik Bank Mandiri maupun pemerintah Indonesia optimis bahwa ekonomi global tidak akan mengalami resesi. Indonesia sendiri diproyeksikan tetap stabil dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan resiliensi terhadap ketidakpastian global.
