0 0
Read Time:1 Minute, 6 Second

Kondisi Terkini:

  • Nilai Tukar Rupiah: Terdepresiasi 0,09% ke Rp16.090/US$ pada penutupan Selasa (14/5/2024). Pelemahan ini melanjutkan tren depresiasi dari hari sebelumnya sebesar 0,22%.

Faktor Penggerak:

  • Data Ekonomi AS:
    • Indeks Harga Produsen (PPI): Naik 0,5% pada April 2024, setelah turun 0,1% pada Maret. Secara tahunan, PPI meningkat 2,2% dari 1,8% pada Maret 2024.
    • Perkiraan Ekonom: PPI diperkirakan naik 0,3% untuk April, namun hasil aktual lebih tinggi.
  • Data Inflasi Konsumen AS: Dijadwalkan dirilis pada Rabu malam (15/5/2024). Inflasi AS mencapai 3,5% (yoy) pada Maret 2024. Data inflasi yang tinggi dapat menghambat pemangkasan suku bunga.
  • Pernyataan The Fed: Chairman Jerome Powell dijadwalkan berbicara di Annual General Meeting, Foreign Bankers’ Association, Amsterdam. Investor akan memperhatikan sinyal kebijakan ke depan dari Powell.

Outlook Teknis Rupiah:

  • Resistance: Jika tekanan pelemahan berlanjut, level terdekat yang dapat diuji adalah Rp16.180/US$, berdasarkan low candle intraday pada 3 Mei 2024.
  • Support: Level support berada di Rp16.035/US$, diambil dari low candle intraday pada 8 Mei 2024. Ini menjadi area yang penting untuk diperhatikan jika ada potensi pembalikan arah menguat.

Catatan:

  • Investor masih menunggu rilis data inflasi konsumen AS dan pernyataan dari Jerome Powell, yang dapat mempengaruhi arah pergerakan rupiah ke depan.
Jangan lupa untuk cek dan coba website kami di ewf trading

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *