PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tengah memfokuskan upayanya untuk memastikan restrukturisasi keuangan yang efektif pada semester I-2024. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi untuk memperbaiki performa perusahaan yang telah lama dikenal dalam industri konstruksi.
Persetujuan dari Seluruh Bank:
Waskita Karya telah mendapatkan persetujuan dari 21 bank, baik Himbara maupun swasta, untuk rencana restrukturisasi ini. Selain itu, perusahaan juga telah menyetujui tiga seri Obligasi Non-Penjaminan, yang berkontribusi pada kenaikan peringkat obligasi WSKT dari idD menjadi idB oleh Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Strategi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan:
Dalam upayanya untuk meraih pertumbuhan berkelanjutan, Waskita Karya telah menerapkan Grand Strategy yang tercantum dalam Rencana Jangka Panjang Perseroan (RJPP) 2020-2024. Strategi ini mencakup diversifikasi pendapatan, peningkatan efisiensi, pengelolaan pendanaan, peningkatan kapabilitas internal, dan pengendalian risiko usaha.
SVP Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang aktif melakukan komunikasi dengan seluruh stakeholder untuk mendapatkan persetujuan skema restrukturisasi dari para pemegang obligasi dan perbankan.
Langkah-Langkah Penyehatan Keuangan:
Perusahaan konstruksi plat merah ini juga telah melaksanakan berbagai langkah penyehatan keuangan, termasuk penerapan code of conduct yang melarang pegawai dan pengurus menjadi mitra bisnis, disertai dengan sistem whistleblowing untuk mendeteksi pelanggaran lebih awal. Waskita Karya juga melakukan sentralisasi procurement, engineering, serta lean construction pada proyek-proyek yang sedang berlangsung. Selain itu, efisiensi beban biaya operasional dan reorganisasi untuk mendukung konsep lean office juga menjadi fokus utama.
Kontribusi Terhadap Infrastruktur Indonesia:
Selama lebih dari 63 tahun beroperasi, Waskita Karya telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia. Saat ini, perusahaan tengah mengerjakan hampir 100 proyek, termasuk pembangunan jalan tol, bendungan, pembangkit listrik, dan pipanisasi. Beberapa proyek besar yang sedang dikerjakan antara lain Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, Bendungan Tapin, dan Bendungan Raknamo.
Waskita Karya juga aktif dalam proyek-proyek Ibu Kota Negara (IKN) dengan total nilai kontrak mencapai Rp 13,6 triliun, di mana porsi Waskita Karya sendiri mencapai Rp 7,5 triliun.
Optimisme dan Harapan:
Dengan berbagai langkah strategis dan restrukturisasi yang dilakukan, Waskita Karya optimis dapat memulihkan kinerja perusahaan dan terus berkontribusi pada pembangunan infrastruktur Indonesia. Ermy Puspa Yunita menekankan bahwa ini merupakan dorongan besar untuk mengembalikan performa perusahaan dan memanfaatkan peluang di masa depan.
Jangan lupa untuk cek dan coba website kami di ewf trading
