Read Time:2 Minute, 10 Second
Bank Indonesia (BI) merilis data perekonomian terkini, menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tetap berdaya tahan meski dalam kondisi ketidakpastian global.
Pertumbuhan Ekonomi:
- Triwulan I 2024: Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,11% (yoy), meningkat dari 5,04% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh permintaan domestik, termasuk konsumsi swasta dan pemerintah yang membaik berkat pelaksanaan Pemilu 2024 dan hari libur nasional.
- Investasi: Masih menunjukkan pertumbuhan positif, terutama dalam investasi bangunan yang mendukung pembangunan infrastruktur. Namun, ekspor melambat akibat lemahnya permintaan dari mitra dagang utama.
- Proyeksi: Pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7% – 5,5%. Indikator ekonomi seperti Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Penjualan Riil, dan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur menunjukkan kinerja positif pada triwulan II 2024.
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI):
- Defisit: Pada triwulan I 2024, defisit NPI tercatat sebesar US$ 6 miliar dengan defisit transaksi berjalan mencapai US$ 2,2 miliar atau 0,6% dari PDB.
- Cadangan Devisa: Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2024 tetap tinggi, yaitu sebesar 136,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau pembayaran utang luar negeri pemerintah. Cadangan ini berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
- Proyeksi: NPI 2024 diprakirakan akan terjaga dengan defisit transaksi berjalan dalam kisaran rendah antara 0,1% hingga 0,9% dari PDB.
Nilai Tukar Rupiah:
- Penguatan: Pada Mei 2024 (hingga 21 Mei), nilai tukar Rupiah menguat 1,66% (ptp), setelah sebelumnya melemah 2,49% (ptp) pada April 2024. Penguatan ini didorong oleh kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 6,25%, yang mendorong aliran masuk modal asing ke SBN dan SRBI.
- Kinerja Tahun Ini: Dari awal tahun, Rupiah melemah 3,74% dari level akhir Desember 2023, namun lebih baik dibandingkan dengan pelemahan Peso Filipina, Won Korea, dan Baht Thailand.
- Proyeksi: Nilai tukar Rupiah diperkirakan akan stabil dengan kecenderungan menguat, didorong oleh imbal hasil yang menarik, penurunan premi risiko, prospek ekonomi yang lebih baik, dan komitmen Bank Indonesia untuk menstabilkan nilai tukar.
Inflasi:
- April 2024: Inflasi tercatat menurun menjadi 3,00% (yoy) dari 3,05% (yoy) pada Maret 2024. Inflasi inti dan inflasi harga yang diatur pemerintah (administered prices) masing-masing tercatat rendah di 1,82% (yoy) dan 1,54% (yoy).
- Inflasi Volatile Food: Menurun dari 10,33% (yoy) menjadi 9,63% (yoy), sejalan dengan penurunan harga komoditas pangan yang dipengaruhi oleh panen raya.
Kesimpulan: Ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah ketidakpastian global, dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, neraca pembayaran yang terjaga, dan nilai tukar Rupiah yang menguat. Inflasi juga menunjukkan penurunan, didorong oleh faktor-faktor seperti panen pangan dan kebijakan moneter yang mendukung.
Jangan lupa untuk cek dan coba website kami di ewf trading
