0 0
Read Time:1 Minute, 11 Second

Ekonom Senior Raden Pardede menyatakan bahwa banyaknya hari libur di Indonesia dapat berdampak negatif terhadap perekonomian domestik dan kegiatan dunia usaha. Menurutnya, libur yang berlebihan dapat mengakibatkan penurunan produksi perusahaan, karena banyak karyawan harus diliburkan selama tanggal merah dan cuti bersama.

“Karena bulan ini (Mei) saja liburnya banyak sekali, dua minggu lalu kan libur 3 hari, ini libur lagi 2 hari, ada hari kejepitkan sekarang. Terlalu banyak libur sih jadi kita harus memahami itu, karena kalau tidak, produksi mereka pada berkurang,” jelas Raden dalam wawancara di Jakarta, Selasa (21/5).

Ia juga mencatat bahwa di negara lain, hari libur keagamaan biasanya lebih sedikit karena hanya beberapa agama yang diakomodasi, sehingga dunia usaha tidak terlalu terpengaruh oleh libur yang panjang.

Selain itu, Raden mengungkapkan kekhawatirannya bahwa banyaknya hari libur berdampak juga pada pendidikan anak-anak. “Sebetulnya bukan hanya berpengaruh kepada pekerja dan dunia usaha, juga kepada murid-murid juga. Jangan-jangan jam belajar mereka juga berkurang dibandingkan murid-murid negara lain yang liburnya lebih kecil,” tambahnya.

Sebagai solusi, Raden mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pengurangan hari libur keagamaan. Ia berharap agar tokoh agama juga memikirkan dampak dari hari libur yang terlalu banyak terhadap perekonomian dan pendidikan. “Jadi harapan saya kita harus memikir ulang namanya libur bersama. Bahkan, ini usulan saya yang lebih besar, mungkin masing-masing tokoh agama juga memikirkan jangan terlampau banyak juga libur keagamaan ini,” tutupnya.

 

Jangan lupa untuk cek dan coba website kami di ewf trading

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *