Pada awal perdagangan Kamis, Wall Street mengalami penurunan setelah investor menelaah data ekonomi yang menunjukkan pertumbuhan perekonomian AS kurang dari perkiraan sebelumnya untuk kuartal pertama. Berikut adalah ringkasan dari pergerakan pasar dan faktor-faktor yang memengaruhinya:
Indeks Utama Wall Street:
- Dow Jones Industrial Average: Turun 1,01% menjadi 38.055.
- S&P 500: Melemah 0,48% menjadi 5.241.
- Nasdaq Composite: Turun 0,66% menjadi 16.809.
Data Ekonomi AS:
- Produk Domestik Bruto (PDB): Revisi untuk kuartal pertama menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,3%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 1,6%. Revisi ini disebabkan oleh penurunan pada belanja konsumen.
- Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Inti: Naik 3,6% pada kuartal pertama, sedikit di bawah kenaikan yang diharapkan sebesar 3,7%.
Reaksi Pasar:
- Imbal Hasil Treasury: Turun setelah laporan ekonomi, dengan peluang penurunan suku bunga 25 basis poin pada bulan September meningkat tipis menjadi hampir 52% menurut FedWatch Tool dari CME Group.
- Klaim Pengangguran Baru: Mencapai 219.000, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 218.000 klaim baru.
Pengaruh Terhadap Pasar:
- Saham: Peningkatan imbal hasil obligasi yang mengarah pada ekspektasi suku bunga lebih tinggi menyebabkan pasar saham tertekan. Hal ini berakibat pada biaya pembiayaan yang lebih mahal dan margin keuntungan yang lebih kecil bagi perusahaan.
- Sentimen Risiko: Komentar hawkish dari pejabat The Fed menambah ketidakpastian atas kebijakan moneter, mengurangi sentimen risiko di pasar.
Pergerakan Saham Terkemuka:
- Salesforce: Memperkirakan laba dan pendapatan kuartal kedua di bawah perkiraan akibat lemahnya pembelanjaan klien pada produk cloud. Harga saham Salesforce turun 16,4% dalam perdagangan pra-pasar.
- HP: Harga saham naik 4,7% setelah mengalahkan perkiraan Wall Street untuk pendapatan kuartal kedua.
- Tesla: Harga saham naik 1,5% setelah laporan bahwa perusahaan bersiap mendaftarkan perangkat lunak ‘Full Self-Driving’ di China.
Perubahan Penyelesaian Perdagangan:
- Setelah AS beralih ke penyelesaian perdagangan lebih cepat dari T+2 menjadi T+1, beberapa hambatan dalam pemrosesan dilaporkan, meskipun secara keseluruhan pergerakan tersebut berjalan lancar.
Komentar Ekonom: Peter Cardillo dari Spartan Capital Securities mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah tidak selalu negatif, karena inflasi yang diukur dengan PCE yang direvisi turun dapat membantu meringankan tekanan di pasar obligasi dan mendukung stabilitas saham di masa depan.
Para pelaku pasar akan menunggu pernyataan dari Presiden Fed New York, John Williams, dan Presiden Fed Dallas, Lorie Logan, untuk petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan moneter ke depan.
Jangan lupa untuk cek dan coba website kami di ewf trading
