Wall Street berhasil mencatatkan kenaikan di awal perdagangan Jumat setelah data inflasi pengeluaran pribadi AS (PCE) menunjukkan hasil sesuai perkiraan pasar sebelumnya. Berikut adalah ringkasan pergerakan pasar dan faktor-faktor yang memengaruhinya:
Indeks Utama Wall Street:
- Dow Jones Industrial Average (DJIA): Naik 0,11% ke 38.154,12.
- S&P 500: Menguat 0,17% ke 5.244,52.
- Nasdaq Composite: Terapresiasi 0,21% menjadi 16.771,64.
Data Inflasi Pengeluaran Pribadi (PCE):
- Inflasi PCE Tahunan: Stabil di 2,7% untuk April 2024.
- Inflasi PCE Bulanan: Menguat 0,3% pada April.
- Inflasi PCE Inti: Turun menjadi 0,2% pada April dari 0,3% pada Maret.
Data ini sesuai dengan prediksi pasar, yang memperkirakan inflasi PCE akan tumbuh secara moderat dan cenderung stabil. Inflasi PCE merupakan salah satu ukuran inflasi favorit Federal Reserve (The Fed), dan data ini dapat mempengaruhi keputusan The Fed terkait kebijakan suku bunga.
Reaksi Pasar:
- Imbal Hasil (Yield) Obligasi Pemerintah AS: Yield Treasury acuan tenor 10 tahun turun 5,7 basis poin (bp) menjadi 4,497%. Penurunan yield ini menunjukkan penguatan harga obligasi, mengindikasikan minat investor yang tinggi terhadap obligasi.
- Perkiraan Penurunan Suku Bunga: Setelah rilis data inflasi PCE, pasar semakin optimis bahwa The Fed dapat mulai memangkas suku bunga acuannya pada September. Perkiraan pasar untuk pemangkasan suku bunga pada September meningkat menjadi 48%, dibandingkan dengan 45,1% pada perdagangan Kamis kemarin.
Konteks Kebijakan Moneter:
- Suku Bunga The Fed: The Fed telah mempertahankan suku bunga kebijakan acuannya pada kisaran 5,25%-5,50% selama 10 bulan terakhir, terpengaruh oleh data inflasi dan pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan pada periode Januari hingga Maret 2024.
Data ini memberi sinyal bahwa pasar semakin percaya pada kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed, yang dapat memberikan dorongan lebih lanjut bagi pasar saham.
