Pada Rabu (12/6/2024), harga emas menguat setelah keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga dan hanya akan melakukan pemangkasan satu kali pada tahun ini. Kenaikan harga emas ini dipicu oleh tingginya tingkat inflasi di Amerika Serikat (AS).
Keputusan The Fed
The Fed memutuskan untuk tidak menaikkan atau menurunkan suku bunga, sehingga para investor beralih ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk emas. Hal ini menyebabkan harga emas menjadi tinggi dan terjadi aksi ambil untung.
Pernyataan Ketua The Fed
Menurut Ketua The Fed Jerome Powell, prospek inflasi yang disampaikan oleh Fed adalah perkiraan yang cukup konservatif dan dapat mengalami revisi. Data indeks harga konsumen inflasi yang lebih baik dari yang diharapkan dianggap positif oleh para pejabat.
Data Inflasi AS
Harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 2.322,46 per ons pada pukul 19.00 GMT, setelah sempat mengalami kenaikan 1% di awal perdagangan. Sementara harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus ditutup naik 1,2% menjadi US$ 2.354,8.
Data Inflasi Konsumen AS
Indeks harga konsumen utama bulanan pada bulan Mei datar, di bawah ekspektasi kenaikan sebesar 0,1%. Sedangkan harga inti mengalami kenaikan sebesar 0,2%, juga di bawah proyeksi ekonom.
Maka dari itu, harga emas menguat setelah putusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga dan hanya melakukan pemangkasan satu kali pada tahun ini, seiring dengan data inflasi yang dirilis.
Jangan lupa untuk cek dan coba website kami di ewf trading
