0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

Pada awal perdagangan hari Jumat, harga minyak mentah berjangka mengalami sedikit penurunan. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus turun sebesar 11 sen menjadi $85,60 per barel, sementara minyak mentah AS turun tipis sebesar 9 sen menjadi $81,20 per barel.

Faktor Utama Pengaruh Penurunan Harga:

  1. Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga:
    • Jepang: Kenaikan harga konsumen inti sebesar 2,5% dari tahun ke tahun di bulan lalu mengisyaratkan potensi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan dalam waktu dekat.
    • Amerika Serikat: Pasar tenaga kerja yang kuat, dengan penurunan klaim pengangguran baru untuk minggu yang berakhir pada tanggal 14 Juni, menunjukkan bahwa Federal Reserve mungkin mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

    Suku bunga yang lebih tinggi biasanya dapat meredam pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan minyak, karena biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat memperlambat kegiatan ekonomi.

  2. Penurunan Persediaan Minyak Mentah AS:
    • Data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan penurunan signifikan dalam persediaan minyak mentah AS, turun 2,5 juta barel menjadi 457,1 juta barel pada minggu yang berakhir 14 Juni. Ini melampaui ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan sebesar 2,2 juta barel.
    • Persediaan bensin juga menurun sebesar 2,3 juta barel menjadi 231,2 juta barel, menentang perkiraan yang memproyeksikan kenaikan sebesar 600.000 barel. Penurunan ini dianggap penting karena mencerminkan peningkatan konsumsi selama musim mengemudi musim panas, yang biasanya mendorong permintaan bensin lebih tinggi.

Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho di New York, menyoroti penurunan persediaan bensin ini sebagai laporan substansial pertama yang mencerminkan peningkatan konsumsi selama musim panas, yang menjadi faktor pendukung harga minyak.

Kesimpulan:

Meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga di Jepang dan AS memberikan tekanan pada harga minyak dengan potensi mengurangi permintaan, penurunan signifikan dalam persediaan minyak mentah dan bensin di AS memberikan dukungan terhadap harga. Hal ini menciptakan situasi pasar yang kompleks di mana harga minyak mentah berjangka sedikit tertekan tetapi tetap relatif stabil karena faktor penawaran dan permintaan berinteraksi.

Pasar akan terus memantau perkembangan kebijakan moneter di Jepang dan AS serta data persediaan minyak untuk menentukan arah harga minyak mentah selanjutnya.

 

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *