Harga emas merayap naik ke $2.374 pada sesi Amerika kemarin hingga awal sesi Asia pagi ini, Jumat 21 Juni 2024, mendekati tertinggi dua minggu di $2.397. Kenaikan harga emas ini didorong oleh tiga faktor utama: hasil rilis data ekonomi AS, pernyataan para pejabat Federal Reserve (Fed), dan meningkatnya risiko geopolitik.
1. Data Ekonomi AS yang Lebih Lemah dari Perkiraan
Data ekonomi yang dirilis dari AS menunjukkan hasil yang lebih lemah dari yang diharapkan, meningkatkan ekspektasi bahwa Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya setidaknya dua kali pada tahun 2024. Beberapa data yang mengecewakan termasuk:
- Laporan Pekerjaan: Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran meningkat lebih dari estimasi.
- Data Perumahan: Izin Mendirikan Bangunan dan Awal Pembangunan Rumah menunjukkan penurunan, mengecewakan pasar.
Kelemahan dalam data ekonomi ini meningkatkan ekspektasi pasar akan penurunan suku bunga Fed untuk mendukung perekonomian, yang mendorong harga emas lebih tinggi sebagai aset safe-haven.
2. Pernyataan Pejabat Federal Reserve
Meskipun data ekonomi lemah, pejabat Fed menyarankan kesabaran terkait pemotongan suku bunga. Presiden Fed Minneapolis, Neel Kashkari, menyatakan bahwa mungkin butuh satu atau dua tahun untuk menurunkan inflasi inti ke 2%. Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun ada kemungkinan pelonggaran kebijakan, Fed akan tetap berhati-hati dan tergantung pada data ekonomi.
Kashkari menambahkan bahwa meskipun ada pertumbuhan ekonomi yang luar biasa, proses disinflasi tetap menjadi fokus, dan trajektori suku bunga akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi lebih lanjut.
3. Risiko Geopolitik yang Meningkat
Ketegangan geopolitik yang meningkat juga mendorong harga emas. Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Israel mengancam akan melancarkan serangan terhadap Hezbollah di Lebanon. Selain itu, pakta yang baru-baru ini ditandatangani antara Rusia dan Korea Utara menambah ketidakpastian global, meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe-haven.
Prospek Kedepan
Alat CME FedWatch menunjukkan bahwa peluang untuk pemotongan suku bunga sebesar 25 bps pada bulan September adalah 58%, turun dari 62% sehari sebelumnya. Sementara itu, kontrak futures dana Fed Desember 2024 mengimplikasikan bahwa Fed akan memangkas suku bunga sebesar 36 bps pada akhir tahun.
Pejabat Fed menegaskan bahwa mereka akan tetap bergantung pada data sebelum membuat keputusan lebih lanjut terkait suku bunga. Meskipun laporan CPI AS menunjukkan proses disinflasi yang berlanjut, Ketua Fed Jerome Powell menyatakan bahwa mereka masih “kurang yakin” tentang kemajuan dalam inflasi dan perlu melihat lebih banyak bukti sebelum mengambil tindakan.
Secara keseluruhan, kombinasi dari data ekonomi yang lemah, pernyataan pejabat Fed yang berhati-hati, dan meningkatnya ketegangan geopolitik akan terus mendukung harga emas di masa mendatang.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
