0 0
Read Time:2 Minute, 21 Second

Kenaikan Harga Emas:

Harga emas kembali menguat setelah anjlok lebih dari 1% pada perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (9/7/2024), harga emas di pasar spot ditutup naik 0,20% menjadi US$ 2.363,58 per troy ons, membalikkan kerugian sebelumnya. Pada Rabu pagi (10/7/2024) pukul 06.20 WIB, harga emas di pasar spot naik lagi 0,06% ke posisi US$ 2.364,98 per troy ons.

Pernyataan Dovish dari The Fed:

Ketua The Fed Jerome Powell memberikan pernyataan dovish di depan Komite Senat Perbankan, Perumahan, dan Urusan Perkotaan AS pada Selasa (9/7/2024). Powell menyatakan kekhawatiran bahwa mempertahankan suku bunga terlalu tinggi terlalu lama dapat membahayakan pertumbuhan ekonomi. Ia juga mencatat adanya sedikit penurunan inflasi yang sejalan dengan target The Fed di kisaran 2%.

“Setelah kemajuan menuju target inflasi 2% pada awal tahun ini berjalan lambat, pembacaan data inflasi terbaru menunjukkan adanya kemajuan lebih lanjut yang moderat. Data yang lebih baik akan memperkuat keyakinan kami bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju 2%,” ujar Powell, dikutip dari Reuters.

Data Inflasi AS:

Inflasi AS melandai ke 3,3% (year on year/yoy) pada Juni 2024, dari 3,4% (yoy) pada Mei 2024. Inflasi inti pengeluaran pribadi AS (PCE) melandai ke 2,6% (yoy) pada Juni 2024, dari 2,8% pada Mei.

Suku Bunga The Fed:

Suku bunga The Fed saat ini berada di kisaran 5,25%-5,50%, level tertinggi dalam 23 tahun terakhir. The Fed telah menaikkan suku bunga selama 11 pertemuan dari Maret 2022 hingga Juli 2023. Suku bunga 5,25-5,50% sudah bertahan selama setahun hingga saat ini.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga:

Pasar berekspektasi 71% bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada September dan kemungkinan akan diikuti dengan pemangkasan tambahan seperempat persen menjelang akhir tahun. Namun, anggota Federal Open Market Committee (FOMC) dalam pertemuan Juni mereka hanya menunjukkan satu pemangkasan.

“Powell mulai menyiapkan pemotongan suku bunga. Mereka melihat risiko jika tidak memangkas suku bunga cukup cepat,” ujar ekonom utama di Annex Wealth Management di Brookfield, Wisconsin, Jacobsen kepada Reuters.

Dampak pada Emas:

Pemangkasan suku bunga akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury melemah. Dua faktor ini akan menguntungkan emas. Pelemahan dolar AS membuat konversi pembelian emas semakin murah sehingga meningkatkan permintaan. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga melemahnya imbal hasil US Treasury akan menguntungkan emas.

Fokus Pasar ke Data CPI:

Fokus pasar saat ini beralih ke data indeks harga konsumen (CPI) yang akan dirilis pada hari Kamis (11/7/2024). Angka-angka terkini menunjukkan penurunan dari level yang tinggi secara tak terduga pada awal tahun. Jika hasil data inflasi AS sesuai dengan ekspektasi pasar untuk lebih melambat, hal tersebut dapat mendorong logam mulia untuk lebih banyak mendapatkan keuntungan, ujar Han Tan, kepala analis pasar di Exinity Group.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *