0 0
Read Time:1 Minute, 0 Second

Dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Juli 2024, Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), memberikan sinyal kuat bahwa pemangkasan suku bunga acuan Fed Funds Rate mungkin akan dilakukan pada pertemuan berikutnya di bulan September. Ketua The Fed, Jerome Powell, mengisyaratkan bahwa langkah tersebut menjadi semakin mungkin mengingat kondisi ekonomi saat ini.

Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist dari Mega Capital Sekuritas, mencatat dua poin penting dari pernyataan Powell. Pertama, The Fed tampaknya siap untuk menurunkan suku bunga pada September, yang dapat memberikan dorongan positif bagi perekonomian AS. Kedua, terdapat risiko penurunan (down risk) yang signifikan di pasar tenaga kerja, dengan tingkat pengangguran yang sudah berada pada level target The Fed.

Namun, Priyadi juga menyoroti adanya perlambatan dalam sektor manufaktur AS, yang tercermin dari penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI). Kondisi ini bisa memicu pemangkasan suku bunga yang lebih agresif, bahkan mencapai 75 basis poin (bps) dalam tiga kali pertemuan.

Bagaimana arah kebijakan The Fed ini akan mempengaruhi pasar keuangan Indonesia? Untuk mendapatkan analisis mendalam tentang dampaknya, simak wawancara lengkap Anneke Wijaya dengan Lionel Priyadi dalam program Power Lunch di CNBC Indonesia pada Jumat, 2 Agustus 2024.

 

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *