0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuannya, Fed Fund Rate (FFR), sebesar 50 basis poin (bps) pada bulan September dan Desember 2024, yang akan membawa FFR ke level 5% pada akhir tahun ini. Ekonom memperkirakan bahwa Fed memiliki ruang lebih untuk memangkas suku bunga hingga 150 bps menjadi 4% pada tahun 2025.

Namun, di Indonesia, Senior Economist DBS Bank, Radhika Rao, memproyeksikan bahwa Bank Indonesia (BI) tidak akan mengikuti langkah The Fed secara agresif dalam menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate. BI diperkirakan akan menahan suku bunga acuan di 6,25% hingga akhir tahun 2024, dengan kemungkinan penurunan hingga 50 bps pada tahun 2025.

“Kami pikir BI lebih suka melakukannya secara perlahan,” kata Radhika di Jakarta Selatan, Selasa (6/8/2024).

Radhika menjelaskan bahwa BI berupaya mempertahankan selisih suku bunga yang lebih besar antara BI Rate dan FFR untuk menjaga daya tarik Rupiah. Dengan selisih yang lebih besar, Rupiah diharapkan menjadi lebih menarik bagi investor, yang pada gilirannya akan membuat obligasi pemerintah Indonesia lebih menarik.

“Mengapa mereka ingin memberikan selisih yang lebih besar? Karena hal itu akan membuat Rupiah jauh lebih menarik. Obligasi akan menjadi lebih menarik. Dengan demikian, Rupiah akan menjadi mata uang yang sangat menarik,” tambahnya.

Dengan kebijakan ini, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS diperkirakan masih akan bertahan di sekitar Rp16.000 atau sedikit di bawahnya pada akhir tahun 2024, mengingat Dolar AS yang masih kuat.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa seharusnya BI Rate sudah bisa turun beberapa bulan yang lalu. Namun, pada bulan April, BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga menjadi 6,25% dan menahannya di level tersebut hingga saat ini.

Pertimbangan utama dalam kebijakan suku bunga BI adalah inflasi yang terjaga dalam kisaran sasaran 2,5ยฑ1% pada Juli 2024. Selain itu, kondisi pasar keuangan, khususnya pelemahan nilai tukar Rupiah, menjadi alasan lain mengapa BI Rate sulit untuk diturunkan saat ini, terutama dengan Rupiah yang jatuh ke level Rp16.000 terhadap Dolar AS.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *