0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

Pada paruh kedua tahun 2024, The Fed diprediksi akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali, masing-masing sebesar 25 basis poin (bps). Langkah ini diperkirakan akan diikuti oleh Bank Indonesia (BI) yang juga diprediksi akan memangkas suku bunganya, meskipun dalam jumlah yang lebih kecil, yakni sekitar 20 bps.

Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas, Rangga Cipta, mengungkapkan bahwa pemotongan suku bunga oleh The Fed kemungkinan besar akan terjadi karena perkembangan terakhir menunjukkan bahwa keuntungan dari pemotongan ini semakin besar dan mendesak. “Fed mungkin akan melakukan dua kali pemotongan sebesar 25 bps pada semester kedua tahun ini. Risiko yang muncul adalah pemotongan ini mungkin lebih banyak dan lebih cepat,” ujar Rangga dalam acara Mandiri Sekuritas Market Outlook di Jakarta.

Di sisi lain, BI diperkirakan hanya akan memangkas suku bunganya sebanyak satu kali di tahun ini. Namun, Rangga tidak menutup kemungkinan adanya pemotongan lebih besar pada tahun depan, terutama jika Amerika Serikat (AS) mengalami resesi. Ia juga melihat adanya peluang penguatan yang lebih signifikan bagi rupiah pada 2024.

Penurunan suku bunga ini dipicu oleh tanda-tanda perlambatan ekonomi AS. Meski demikian, ada beberapa risiko yang masih membayangi, terutama yang terkait dengan pemilihan umum di AS. Rangga menekankan pentingnya hasil pemilu tersebut karena dapat mempengaruhi stimulus ekonomi yang besar di AS, yang selama ini menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Rangga juga mengingatkan bahwa potensi resesi di AS semakin nyata, dengan data terbaru menunjukkan pemburukan ekonomi yang cepat. Hal ini membawa dampak ganda bagi Indonesia. Di satu sisi, penurunan suku bunga dapat menguntungkan, tetapi di sisi lain, ekonomi global yang dipengaruhi oleh AS, di mana ekspor Indonesia ke negara tersebut mencapai hampir 10%, juga akan terdampak jika AS mengalami masalah.

Mengenai nilai tukar rupiah, Rangga memprediksi bahwa pada kuartal ketiga, rupiah bisa menguat di bawah Rp16.000, dengan kemungkinan kisaran Rp15.900. Namun, ia juga memperingatkan bahwa pada kuartal keempat, rupiah mungkin akan kembali tertekan dan bisa kembali ke kisaran Rp16.000, karena berbagai faktor risiko yang disebutkan sebelumnya.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *