Setelah mencatatkan kenaikan sebesar 1,8 persen dan ditutup pada level 2.568,41 pada perdagangan sebelumnya, indeks Kospi Korea Selatan menunjukkan kekuatan, didorong oleh optimisme investor terhadap saham teknologi. Indeks Kospi200 berjangka juga naik 2,14%, mengakhiri sesi di posisi 349,05, memperpanjang tren penguatan selama dua sesi berturut-turut.
Namun, untuk perdagangan hari ini, beberapa faktor perlu diperhatikan. Meskipun sentimen pasar global sedikit lebih baik, penutupan bursa saham AS pada Rabu berakhir sedikit lebih rendah. Pelemahan saham chip dan kenaikan imbal hasil US Treasury memberikan tekanan pada pasar. Di sisi lain, harga minyak mentah justru menguat setelah laporan menunjukkan penurunan tajam pasokan minyak mentah mingguan di AS.
Secara teknikal, menurut analis Vibiz Research Center, indeks Kospi200 berpotensi mengalami penurunan di awal sesi, dengan target menuju posisi 345,02. Jika tekanan jual berlanjut, indeks ini bisa meluncur lebih jauh hingga mencapai level support S1 hingga S3.
Namun, jika terjadi pembalikan arah, Kospi200 dapat kembali naik menuju posisi 349,17. Apabila level ini berhasil ditembus, indeks memiliki peluang untuk mendaki ke level resistance R1 hingga R3.
Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar, terutama dengan latar belakang sentimen global yang campur aduk. Pengamatan terhadap pergerakan saham teknologi dan perkembangan imbal hasil US Treasury akan menjadi kunci dalam menentukan arah indeks Kospi hari ini.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
