Harga emas melemah pada Senin (2/9/2024), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Investor kini menantikan data tenaga kerja AS yang dianggap krusial untuk memprediksi potensi pemangkasan suku bunga oleh The Fed yang diharapkan terjadi bulan ini.
Menurut laporan dari CNBC internasional, harga emas spot tercatat turun 0,3% menjadi US$ 2.494,76 per ons. Di sisi lain, kontrak berjangka emas AS stabil di level US$ 2.527,20 per ons.
Dolar AS mencapai level tertinggi dalam hampir dua minggu, menjadikan emas yang dihargai dalam dolar kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
The Fed diperkirakan akan memulai siklus pemangkasan suku bunga dalam pertemuan kebijakan yang dijadwalkan pada 17-18 September mendatang. Saat ini, trader memperkirakan kemungkinan 69% untuk pemangkasan sebesar 25 basis poin dan 31% untuk pemotongan sebesar 50 basis poin, berdasarkan alat CME FedWatch.
“Menjelang rilis data non-farm payrolls AS, harga emas mungkin akan bergerak dalam kisaran sempit untuk memulai pekan ini. Para investor akan memantau serangkaian data ekonomi yang dapat membantu menyelesaikan perdebatan antara pemangkasan 25 bp dan 50 bp dalam pertemuan The Fed mendatang,” ungkap Yeap Jun Rong, ahli strategi pasar dari IG.
Data utama yang dijadwalkan untuk dirilis minggu ini mencakup survei ISM, laporan pembukaan lowongan pekerjaan JOLTS, laporan pekerjaan ADP, dan laporan non-farm payrolls. Untuk laporan payrolls yang akan dirilis Jumat mendatang, jajak pendapat Reuters memperkirakan penciptaan 165 ribu pekerjaan pada bulan Agustus dan penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,2%.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
