Untuk rekomendasi harian indeks Nikkei hari ini, penting untuk melihat penutupan akhir pekan lalu yang ditutup turun 0,72% pada level 36.391,47. Indeks Topix juga mengalami penurunan, turun 0,89% menjadi 2.597, sementara indeks Nikkei berjangka bulan September 2024 ditutup turun 0,71% pada posisi 36.150.
Tekanan jual saham Nikkei terus berlanjut, dipengaruhi oleh penguatan yen Jepang terhadap dolar AS dan reaksi pasar terhadap rilis data belanja konsumen bulan Juli yang tidak memenuhi ekspektasi. Data tersebut menunjukkan bahwa belanja rumah tangga naik hanya 0,1% tahun-ke-tahun, jauh dari perkiraan 1,2%, serta mengalami penurunan 1,7% bulan-ke-bulan.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street akhir pekan lalu mengalami tekanan jual yang signifikan setelah rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) AS. Di sisi lain, harga minyak mentah dunia juga anjlok, dengan Brent mencapai posisi terendah sejak Januari 2021 dan WTI ke level terendah sejak Juni 2023.
Dari sisi forex, yen Jepang terus menguat terhadap dolar AS, mencapai kisaran tertinggi dalam lebih dari sebulan.
Secara teknikal, menurut analis Vibiz Research Center, indeks Nikkei berjangka hari ini diperkirakan akan melemah. Pada awal sesi, indeks dapat bergerak naik ke posisi 36.370, dan jika tembus, dapat melanjutkan ke posisi R1 hingga R2. Namun, jika berbalik arah, indeks dapat turun ke posisi 35.840, dan jika tekanan jual berlanjut, akan meluncur ke posisi S2 hingga S3.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
