Bursa saham Hong Kong akhir pekan lalu terpaksa menghentikan semua sesi perdagangan akibat peringatan badai topan Yagi yang melanda kota tersebut. Sebelum diliburkan, indeks Hang Seng ditutup turun 0,07% di posisi 17.444,30, sementara indeks saham Cina Enterprise (HSCE) turun 0,46% di posisi 6.105,54. Indeks Hang Seng berjangka bulan September 2024, di sisi lain, mengalami kenaikan tipis sebesar 0,03% di posisi 17.443.
Meskipun indeks Hang Seng menunjukkan penurunan moderat ke posisi terendah dalam dua pekan, indeks berjangka berakhir positif. Namun, penggerak pasar hari ini datang dari bursa saham Wall Street yang mengalami tekanan jual yang cukup signifikan, merespons rilis data NFP (Non-Farm Payrolls) AS yang mengecewakan.
Harga minyak mentah dunia juga mengalami penurunan tajam, dengan Brent mencapai posisi terendah sejak Januari 2021 dan WTI merosot ke level terendah sejak Juni 2023.
Secara teknikal, analis dari Vibiz Research Center memperkirakan bahwa indeks Hang Seng akan melemah. Pada awal sesi, indeks diperkirakan dapat turun ke posisi 17.406. Jika penurunan berlanjut, indeks dapat meluncur lebih jauh ke level S1 dan S2.
Namun, jika terjadi reversal, indeks dapat naik ke posisi 17.460. Jika level ini berhasil ditembus, potensi kenaikan dapat berlanjut menuju R1 dan R2. Para investor disarankan untuk tetap waspada terhadap perkembangan yang dapat mempengaruhi arah pasar.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
