0 0
Read Time:1 Minute, 16 Second

Harga emas menunjukkan tren peningkatan selama dua hari berturut-turut, dan pada Rabu pagi ini, penguatan tersebut masih berlanjut menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data dari Refinitiv, harga emas dunia (XAU) di pasar spot ditutup pada Selasa (10/9/2024) di angka US$ 2.516,11 per troy ons, melanjutkan apresiasi yang terjadi sebelumnya.

Pada Rabu pagi ini (11/9/2023) pukul 07.30 WIB, harga emas terpantau naik tipis sebesar 0,08% menjadi US$ 2.518,08. Jika tren ini berlanjut, harga emas bisa mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut, semakin mendekati level tertinggi sepanjang masa (ATH).

Penguatan harga emas ini sejalan dengan prospek pemangkasan suku bunga di AS, yang menjadikan emas relatif lebih murah jika dibandingkan dengan mata uang lainnya. Kejelasan mengenai pemangkasan suku bunga ini akan didapatkan dari data inflasi utama AS untuk periode Agustus 2024, yang diperkirakan akan melandai menjadi 2,6% tahun ke tahun.

Sebagai informasi, pada Juli 2024, inflasi AS tercatat sebesar 2,9% tahun ke tahun, lebih baik dari ekspektasi dan menurun dari bulan sebelumnya yang mencapai 3% tahun ke tahun. Inflasi pada Juli mencatat level terendah sejak Maret 2021, dengan penurunan pada sektor perumahan (5,1% vs 5,2%), transportasi (8,8% vs 9,4%), dan pakaian (0,2% vs 0,8%). Di sisi lain, harga kendaraan baru dan mobil bekas juga menunjukkan penurunan, dengan inflasi makanan stabil di 2,2%, sementara biaya energi sedikit meningkat menjadi 1,1% karena bensin.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *