Pada perdagangan Selasa (Rabu waktu Jakarta), harga emas mengalami peningkatan yang signifikan, didorong oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Para investor kini menunggu data ekonomi yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai potensi pelonggaran kebijakan moneter dari Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat.
Menurut laporan CNBC pada 16 Oktober 2024, harga emas di pasar spot meningkat sekitar 0,6% menjadi USD 2.666,08 per ons. Meskipun mengalami kenaikan, harga ini masih lebih rendah dibandingkan dengan level tertinggi yang dicapai dalam sepekan sebelumnya. Di sisi lain, harga emas berjangka di AS juga menunjukkan tren positif, naik 0,65% menjadi USD 2.683.
Penurunan imbal hasil obligasi AS untuk tenor 10 tahun terjadi setelah munculnya prediksi tentang melemahnya aktivitas manufaktur di Negara Bagian New York. Penurunan imbal hasil ini membuat emas, yang tidak memberikan imbal hasil, menjadi lebih menarik bagi para investor. Sementara itu, nilai dolar AS mengalami penurunan sebesar 0,2%, meskipun tetap berada di dekat level tertingginya dalam lebih dari dua bulan terakhir.
Kenaikan harga emas ini mencerminkan ketidakpastian di pasar dan minat investor terhadap aset yang dianggap aman di tengah situasi ekonomi yang fluktuatif.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
