Harga emas mencapai level tertinggi sepanjang masa pada Selasa (29/10/2024), seiring dengan ketidakpastian yang mengelilingi Pemilu Presiden AS, ketegangan di Timur Tengah, dan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve yang meningkatkan daya tarik logam mulia ini.
Spot emas naik 1% menjadi $2.769,25 per ons pada pukul 10:17 pagi ET (1417 GMT), setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi $2.772,42 per ons dalam sesi yang sama.
Futures emas AS berakhir 0,9% lebih tinggi pada $2.781,10 per ons.
Emas Didorong oleh Lingkungan Suku Bunga Rendah
Emas dikenal berkembang di lingkungan suku bunga rendah dan sering dianggap sebagai pelindung nilai terhadap volatilitas pasar. Sejauh ini, harga emas telah melonjak lebih dari 34% pada tahun ini, didorong oleh kecemasan pasar terhadap ketidakpastian ekonomi global.
“Emas didorong oleh taruhan safe-haven, karena ketegangan geopolitik dan ketidakpastian politik terus berlanjut. Jepang kini turut terlibat dalam ketidakpastian politik setelah pemilu akhir pekan lalu,” ujar Peter Grant, Wakil Presiden dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals. Ketegangan semakin meningkat di seluruh dunia, terutama setelah pemilu AS yang ketat antara mantan Presiden AS, Donald Trump, dan Wakil Presiden Demokrat, Kamala Harris, yang keduanya bersaing ketat untuk Gedung Putih.
Di sisi geopolitik, setidaknya 93 warga Palestina tewas atau hilang akibat serangan Israel di Gaza utara, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Data Ekonomi yang Ditunggu dan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga
Investor kini menantikan serangkaian data ekonomi, termasuk data pekerjaan ADP, Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS, dan laporan penggajian, untuk menilai lebih lanjut kebijakan The Fed, yang akan membuat keputusan suku bunga pada 7 November mendatang.
Pasar saat ini memprediksi peluang 98% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed bulan depan.
“Emas kemungkinan akan mempertahankan bias naiknya dan bahkan bisa menyentuh level $2.800 dalam beberapa hari mendatang, selama risiko pemilu AS terus membebani sentimen pasar, sementara ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tetap utuh,” kata Han Tan, Kepala Analis Pasar di Exinity Group.
Proyeksi Harga Emas Berlanjut ke 2025
Survei Reuters menunjukkan bahwa rally harga emas diperkirakan akan berlanjut hingga 2025, seiring dengan latar belakang suku bunga AS yang menguntungkan dan ketegangan geopolitik yang terus memperburuk daya tarik emas.
India Tetap Membeli Meskipun Harga Rekor
Meskipun harga emas mencapai level tertinggi, permintaan di India tetap kuat. Para pembeli di negara tersebut tetap melakukan pembelian untuk merayakan festival Dhanteras dan Diwali, meskipun harga emas sedang mencapai rekor tertinggi.
Pergerakan Harga Logam Mulia Lainnya
Selain emas, harga perak juga mengalami kenaikan signifikan, naik 1,9% menjadi $34,32 per ons. Platinum naik 1,6% menjadi $1.049,10, sementara paladium juga menguat 0,2% menjadi $1.221,00, setelah mencatatkan level tertinggi dalam sepuluh bulan terakhir terkait kekhawatiran sanksi terhadap produsen utama Rusia.
Kesimpulan
Harga emas terus mencetak rekor tertinggi seiring ketidakpastian politik dan ketegangan geopolitik yang semakin meningkat, serta ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Meskipun harga emas sudah mencatatkan kenaikan yang signifikan, permintaan yang kuat dari investor dan pembeli di pasar tradisional, seperti India, menunjukkan bahwa logam mulia ini tetap menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian ekonomi global. demo ewf.
