0 0
Read Time:2 Minute, 21 Second

4 November 2024 โ€“ Harga perak mengalami pembalikan yang cukup tajam setelah sempat mencapai titik tertingginya dalam satu dekade. Pada 21 Oktober lalu, harga perak sempat diperdagangkan di level $34,86, namun pada Jumat (1/11), harga perak turun menjadi $34,47. Penurunan tersebut terjadi setelah perak berada pada level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, meskipun harga saat ini masih lebih tinggi dari level terendah yang tercatat selama pandemi pada $13,80. Dengan penurunan ini, perak tidak hanya mengurangi sedikit kenaikannya, tetapi juga mencatatkan fluktuasi yang cukup signifikan yang mengindikasikan ketidakpastian di pasar logam mulia.

Penurunan harga perak ini terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dari The Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS. The Fed semakin yakin bahwa inflasi di AS sudah bergerak menuju target 2%, setelah data inflasi yang dirilis bulan lalu menunjukkan penurunan yang menggembirakan. Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk bulan Oktober tercatat mengalami penurunan menjadi 2,4%, sementara angka Perbelanjaan Konsumsi Pribadi (PCE) juga menurun menjadi 2,2%. Angka-angka ini berada di bawah target inflasi tahunan sebesar 2% yang telah ditetapkan oleh The Fed, yang menunjukkan bahwa kebijakan suku bunga yang lebih tinggi yang diterapkan dalam beberapa bulan terakhir mulai memberikan dampak yang diinginkan.

Dengan menurunnya angka inflasi, The Fed semakin optimis bahwa tekanan harga dapat dikendalikan, meskipun risiko terhadap perekonomian global masih tetap ada. Pasar kini memperkirakan bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Ini berpotensi membatasi daya tarik perak dan logam mulia lainnya, yang seringkali dipandang sebagai aset pelindung nilai (safe haven) dalam kondisi ketidakpastian ekonomi.

Meskipun harga perak mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir, logam ini masih dipandang sebagai salah satu pilihan investasi yang menarik. Sebagian besar analis berpendapat bahwa meskipun ada penurunan harga jangka pendek, perak memiliki potensi untuk rebound, terutama jika inflasi kembali meningkat atau jika ketegangan ekonomi global menyebabkan pelarian menuju aset yang lebih aman. Pasar logam mulia seringkali dipengaruhi oleh pergerakan inflasi dan kebijakan suku bunga, yang membuat perak tetap relevan sebagai pilihan investasi yang memiliki nilai lebih dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, seperti saham atau obligasi.

Selain itu, meskipun harga perak turun, ia tetap mencatatkan kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, ketika harga perak jatuh drastis akibat pandemi global. Dengan potensi penguatan di masa depan, perak tetap menjadi komoditas yang menarik, baik untuk investor individu maupun institusional yang mencari aset yang tahan terhadap inflasi dan ketidakpastian pasar keuangan.

Dalam jangka panjang, banyak yang memperkirakan bahwa perak akan terus menarik perhatian investor, terutama jika situasi ekonomi global tetap tidak menentu dan kebijakan moneter global masih berfokus pada pengendalian inflasi. Dengan demikian, meskipun harga perak saat ini mengalami penurunan, logam mulia ini tetap menjadi pilihan yang relevan di tengah fluktuasi pasar yang terjadi.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *