Harga emas mengalami penurunan setelah pekan yang penuh gejolak, di mana logam mulia tersebut terombang-ambing oleh lonjakan nilai dolar AS pasca kemenangan Donald Trump dalam Pemilu Presiden AS dan pengumuman pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.
Pada Jumat pagi (8/11), harga emas batangan diperdagangkan mendekati level $2.680 per ons, setelah turun hampir 2% sepanjang minggu lalu. Meskipun mendapatkan dukungan dari kebijakan pemangkasan suku bunga The Fed, harga emas terguncang akibat ketidakpastian pasar yang muncul setelah kemenangan Trump. Investor kini mempertimbangkan potensi dampak dari kebijakan Trump terkait pemangkasan pajak, tarif perdagangan, serta pelonggaran regulasi yang dapat memengaruhi ekonomi global.
Sementara emas bisa mendapat keuntungan sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang mungkin timbul akibat kebijakan fiskal Trump, para ekonom di Wall Street kini melihat kemungkinan lebih kecil untuk adanya pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed, yang menjadi faktor negatif bagi harga emas. Sebelumnya, pasar memproyeksikan lebih banyak pemangkasan suku bunga setelah Pemilu, namun dengan kemenangan Trump, ekspektasi tersebut mulai menurun.
Di sisi lain, emas telah mengalami kenaikan sekitar 30% sepanjang tahun 2024, didorong oleh kebijakan moneter longgar dari bank sentral global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik serta ekonomi yang mendorong permintaan terhadap aset safe haven.
Pada pukul 9:08 pagi di Singapura, harga emas spot tercatat turun 0,2% menjadi $2.678,50 per ons. Indeks Bloomberg Dollar Spot sedikit berubah, sementara harga perak mengalami penurunan ringan. Sebaliknya, platinum dan paladium menunjukkan penguatan pada perdagangan hari ini.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
