Harga emas merosot lebih dari 1% pada hari Kamis (13/12) setelah sempat mencapai level tertinggi dalam lima pekan di awal sesi. Penurunan ini terjadi karena para investor melakukan aksi ambil untung setelah reli harga yang didorong oleh harapan bahwa Federal Reserve AS (Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan mendatang.
Pada pukul 01:40 siang waktu timur AS (1840 GMT), harga emas spot turun 1,2%, diperdagangkan di $2.684,15 per ons, sementara harga emas berjangka AS juga jatuh 1,7%, ditutup pada $2.709,40. Pada awal sesi perdagangan, harga emas sempat melonjak ke level tertinggi sejak 6 November, didorong oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dari Fed dan permintaan yang kuat untuk aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.
Namun, para pedagang mulai menyesuaikan posisi mereka menjelang pertemuan Federal Reserve yang akan datang pada minggu depan, di mana keputusan mengenai suku bunga diharapkan akan diumumkan. Meskipun ada spekulasi luas bahwa Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, investor tetap waspada terhadap pernyataan kebijakan yang bisa mempengaruhi sentimen pasar dan harga emas. Penurunan harga emas pada Kamis menunjukkan reaksi pasar terhadap potensi pengambilan untung setelah reli yang telah berlangsung beberapa hari terakhir.
Faktor lain yang turut mempengaruhi penurunan harga emas adalah penguatan dolar AS, yang dapat membuat emas lebih mahal bagi pembeli menggunakan mata uang lain. Dolar AS menguat setelah data inflasi konsumen terbaru menunjukkan angka yang sesuai dengan ekspektasi pasar, yang meningkatkan kemungkinan penurunan suku bunga oleh Fed, namun tetap memberikan sentimen positif bagi dolar.
Secara keseluruhan, meskipun harga emas turun pada hari Kamis, logam mulia ini tetap berada pada posisi yang lebih tinggi dibandingkan beberapa bulan lalu, didorong oleh kekhawatiran akan inflasi global dan ketidakpastian ekonomi yang terus membayangi pasar.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
