0 0
Read Time:1 Minute, 5 Second

Perak bertahan di bawah level $30,5 per ons pada hari Selasa (17/12), setelah mengalami tekanan jual yang signifikan dalam beberapa sesi terakhir. Harga perak dipengaruhi oleh kekhawatiran pasar tentang langkah pelonggaran yang lebih terukur dari Federal Reserve AS tahun depan. The Fed diperkirakan akan mengumumkan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan minggu ini, namun pasar mengantisipasi bahwa bank sentral AS mungkin akan mengisyaratkan pengurangan suku bunga yang lebih sedikit pada tahun 2025 karena kekhawatiran mengenai potensi kebangkitan kembali inflasi.

Selain itu, perak dan logam mulia lainnya juga menghadapi tekanan dari ketidakpastian mengenai permintaan di Tiongkok, yang merupakan konsumen logam terbesar di dunia. Data terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan ritel di Tiongkok pada bulan November melambat lebih dari yang diperkirakan, mencerminkan penurunan dalam konsumsi domestik. Lebih lanjut, harga rumah baru di Tiongkok mengalami penurunan selama 17 bulan berturut-turut, yang menyoroti tantangan berkelanjutan di sektor properti negara tersebut.

Stimulus yang dijanjikan oleh pemerintah Beijing belum berhasil menghasilkan optimisme yang signifikan di kalangan investor, sebagian besar disebabkan oleh kurangnya rincian konkret mengenai ukuran dan ruang lingkup paket penyelamatan yang direncanakan. Semua faktor ini memberikan tekanan pada perak, membuat harga logam mulia ini bertahan di bawah $30,5 per ons dalam perdagangan saat ini.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *