Perak (XAG/USD) mengalami kesulitan dalam memanfaatkan rebound moderat yang tercatat pada hari sebelumnya, yang sempat mengangkat harga dari sekitar level terendah bulanan di sekitar $30,00. Meskipun ada upaya untuk kembali naik, pada hari Rabu (18/12), logam putih ini kembali menghadapi tekanan jual. Harga perak tetap tertekan sepanjang paruh pertama sesi Eropa dan saat ini diperdagangkan sedikit di bawah pertengahan level $30,00, turun hampir 0,30% pada hari itu.
Dari perspektif teknis, perak menunjukkan tanda-tanda kelemahan yang semakin jelas. Penurunan harga baru-baru ini mengindikasikan bahwa level resistensi horizontal di sekitar $32,35 gagal ditembus dengan mantap. Setelah gagal menembus level tersebut, perak mengalami penurunan yang cukup signifikan, bergerak kembali ke bawah Simple Moving Average (SMA) 100 hari, yang semakin menguntungkan pedagang yang memiliki pandangan bearish terhadap harga perak.
Selain itu, osilator teknikal pada grafik harian juga mendukung pandangan bearish, dengan indikator yang tetap berada di wilayah negatif dan menjauh dari zona oversold. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya untuk pemulihan, momentum perak cenderung melemah dan jalur dengan resistensi paling rendah untuk XAG/USD saat ini mengarah ke sisi bawah. Hal ini semakin memperburuk prospek jangka pendek bagi perak, dengan harga kemungkinan akan terus tertekan menuju level support lebih rendah jika tekanan jual berlanjut.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
