0 0
Read Time:3 Minute, 31 Second

Emas menghadapi risiko dua arah pada tahun 2025, dengan faktor utama yang dapat mempengaruhi pergerakan harga termasuk kebijakan moneter Federal Reserve (Fed), kebijakan ekonomi dan luar negeri Presiden Donald Trump, serta perkembangan geopolitik yang terus berubah.

Skenario Bearish (Penurunan Harga Emas)

Emas berpotensi menghadapi tekanan penurunan jika terjadi beberapa perkembangan yang merugikan. Salah satu faktor yang dapat menekan harga emas adalah penurunan ketegangan geopolitik di Timur Tengah atau penyelesaian krisis Rusia-Ukraina. Emas telah mendapat dukungan yang signifikan sepanjang tahun 2024 dari ketegangan ini, yang membuatnya menjadi aset safe haven. Jika konflik-konflik ini mereda atau ada penyelesaian yang tercapai, harga emas bisa mengalami koreksi tajam ke bawah.

Di sisi domestik, kebijakan luar negeri Presiden Trump yang lebih berfokus pada prinsip “America First” dapat menyebabkan pemerintahannya lebih memprioritaskan kebijakan dalam negeri daripada urusan internasional. Jika Trump berupaya untuk menyelesaikan konflik global pada bulan-bulan pertama masa jabatannya, hal ini bisa mengurangi ketidakpastian yang selama ini mendukung permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.

Selain itu, kecenderungan hawkish dalam kebijakan Fed juga bisa membebani harga emas. Jika inflasi tidak mengalami penurunan signifikan atau ketidakpastian tentang inflasi terus meningkat, terutama jika Trump menaikkan tarif impor atau kebijakan ekonomi lainnya, Fed mungkin akan menahan diri untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut. Dalam situasi ini, emas yang tidak memberikan imbal hasil akan kehilangan daya tariknya, karena pasar mungkin lebih memilih aset yang lebih menguntungkan di tengah suku bunga tinggi. Kecuali ada penurunan besar di pasar tenaga kerja, Fed mungkin tetap memilih untuk tidak terlalu agresif dalam kebijakan pelonggaran.

Kinerja ekonomi Tiongkok juga dapat memengaruhi permintaan emas. Jika Trump memutuskan untuk meningkatkan tarif impor terhadap Tiongkok, hal ini bisa memicu perang dagang baru yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Mengingat Tiongkok adalah konsumen emas terbesar di dunia, penurunan daya beli di pasar ini dapat berpengaruh negatif pada harga emas.

Skenario Bullish (Kenaikan Harga Emas)

Sebaliknya, ada beberapa faktor yang dapat mendukung harga emas untuk bergerak naik pada tahun 2025. Salah satunya adalah kemungkinan kelanjutan kebijakan pelonggaran moneter oleh bank sentral utama dunia. Jika tidak ada guncangan inflasi besar, Fed dapat melanjutkan penurunan suku bunga secara bertahap, yang akan mengarah pada penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS dan meningkatkan daya tarik emas. Bahkan jika Fed enggan untuk memangkas suku bunga, emas masih bisa mendapat dukungan dari arus keluar modal dari euro dan poundsterling Inggris, terutama jika ECB dan Bank of England (BoE) melanjutkan pelonggaran kebijakan mereka secara agresif.

Ekonomi Tiongkok yang membaik juga bisa memberikan dorongan positif bagi harga emas. Pada awal Desember, pemerintah Tiongkok mengumumkan rencana untuk mengadopsi kebijakan moneter yang “cukup longgar” pada tahun 2025, bersama dengan kebijakan fiskal yang lebih proaktif, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ini bisa menjadi kabar baik bagi emas, karena inflasi yang lebih rendah di Tiongkok memberi ruang bagi pemerintah untuk merangsang perekonomian tanpa khawatir inflasi akan melonjak. Ekspansi ekonomi yang kuat di Tiongkok, sebagai konsumen emas terbesar dunia, dapat meningkatkan permintaan untuk logam mulia ini.

Ketakutan geopolitik yang semakin meningkat, seperti ketegangan yang meluas di Timur Tengah antara Iran dan Israel atau ketidakpastian terkait gencatan senjata di Ukraina, dapat memperkuat permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Dalam situasi ketidakpastian global yang lebih besar, investor cenderung beralih ke emas untuk melindungi nilai aset mereka.

Permintaan Bank Sentral

Salah satu pendorong utama untuk harga emas pada tahun 2024 adalah pembelian logam mulia oleh bank sentral. Laporan dari World Gold Council menunjukkan bahwa pembelian oleh bank sentral didorong oleh kebijakan yang sangat dipengaruhi oleh keputusan politik, sehingga sulit diprediksi dengan tepat. Namun, tren pembelian yang kuat oleh bank sentral diperkirakan akan berlanjut. World Gold Council memperkirakan bahwa permintaan bank sentral pada tahun 2025 akan melebihi 500 ton, yang dapat memberikan dampak positif bagi harga emas. Namun, jika pembelian ini melambat di bawah level tersebut, dapat menambah tekanan negatif pada harga emas.

Kesimpulan

Dengan faktor-faktor yang saling berlawanan, harga emas pada tahun 2025 bisa bergerak dalam dua arah. Faktor-faktor seperti kebijakan moneter Fed, kebijakan ekonomi dalam negeri yang lebih terfokus pada Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, dan permintaan dari bank sentral akan sangat menentukan arah harga emas. Para investor harus mengawasi perkembangan ini dengan cermat untuk memanfaatkan potensi keuntungan dari pergerakan harga emas.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *