Emas mengalami kenaikan tipis pada perdagangan awal Asia, dengan harga spot tercatat naik sebesar 0,2%, mencapai $2.620,85 per ons. Meskipun ada kenaikan kecil, dalam jangka pendek dan menengah, harga emas diperkirakan akan menghadapi fluktuasi dan volatilitas yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kekuatan pendorong yang jelas di pasar, terutama karena suasana perdagangan yang cenderung sepi di tengah liburan.
Analis dari Nanhua Futures mencatat bahwa pasar saat ini masih memperkirakan bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga pada bulan Januari. Ini menjadi faktor utama yang menggerakkan pasar emas, di mana ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih dovish dari Fed memberi sedikit dukungan bagi harga emas, yang dikenal sebagai aset safe haven.
Namun, pasar juga harus memperhatikan faktor-faktor eksternal lain, seperti perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global, yang dapat mempengaruhi volatilitas harga emas ke depan. Meskipun ada peningkatan kecil, pergerakan harga emas tetap dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
