Mata uang rupiah menguat di penghujung tahun 2024, dengan nilai tukar tercatat pada Rp 16.132 per dolar Amerika Serikat (USD) pada Selasa, 31 Desember 2024. Penguatan ini tercatat sebesar 0,06 persen atau sekitar 10 poin terhadap dolar AS, berdasarkan data mata uang Bloomberg yang diperbarui secara berkala. Sementara itu, menurut Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), kurs rupiah terhadap dolar AS berada pada posisi Rp 16.157.
Para pengamat pasar uang memprediksi bahwa penguatan rupiah ini akan berlanjut hingga awal tahun 2025. “Untuk perdagangan Kamis (1 Januari 2025), mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 16.070 – Rp 16.150,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Tidak hanya rupiah, beberapa mata uang lainnya juga menunjukkan penguatan terhadap dolar AS di akhir tahun. Nilai yen Jepang, misalnya, meningkat 0,24 persen setelah sempat tertekan, sedangkan won Korea menguat 0,14 persen. Hal ini mencerminkan adanya koreksi pada dolar AS yang mempengaruhi pasar mata uang global.
Lukman Leong, analis Doo Financial Futures, menilai penguatan rupiah didorong oleh faktor koreksi pada dolar AS serta data Purchasing Managers’ Index (PMI) Cina yang menunjukkan ekspansi di sektor manufaktur. Meskipun sedikit di bawah perkiraan pasar, sektor layanan di Cina tumbuh lebih kuat, yang turut memberikan dukungan pada nilai tukar rupiah.
Untuk proyeksi awal tahun, Lukman mengungkapkan bahwa rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan kecenderungan yang masih tertekan. Ia menyebutkan bahwa para investor masih cenderung berhati-hati dan menghindari risiko sebelum pelantikan Presiden terpilih AS, Donald Trump, pada 20 Januari 2025.
Trump, yang sebelumnya telah mengancam akan memberlakukan tarif tinggi terhadap impor dari beberapa negara, termasuk Kanada, Meksiko, dan Cina, diperkirakan akan mempengaruhi kebijakan perdagangan internasional yang dapat mempengaruhi pasar mata uang global. “Investor masih ‘wait and see’ dan menghindari mata uang berisiko, mengantisipasi kebijakan yang akan datang dari pemerintahan Trump,” kata Lukman.
Dengan adanya faktor-faktor tersebut, pergerakan rupiah di tahun 2025 diprediksi akan dipengaruhi oleh kebijakan internasional serta dinamika pasar yang lebih luas, membuat investor harus tetap waspada.
