0 0
Read Time:1 Minute, 52 Second

Investor asing tercatat melakukan aksi jual saham di Bursa Efek Tokyo pada pekan yang berakhir 4 Januari 2025. Langkah ini diambil seiring dengan realisasi keuntungan yang signifikan sepanjang tahun 2024 dan untuk mengurangi risiko menjelang liburan panjang.

Mengutip Yahoo Finance, Kamis (9/1/2025), investor asing menjual saham senilai 74 miliar yen atau sekitar USD 468,30 juta, setara dengan Rp 7,59 triliun (berdasarkan kurs rupiah terhadap dolar AS di kisaran 16.220). Aksi jual tersebut dilakukan setelah investor asing mencatatkan akumulasi bersih sekitar 562,7 miliar yen pada pekan sebelumnya.

Indeks Nikkei, yang mencatatkan kenaikan 19,22 persen sepanjang tahun 2024, berhasil mencatatkan kinerja tahunan terbaik kedua dalam 11 tahun terakhir. Namun, setelah perdagangan dilanjutkan pada Senin, 6 Januari 2025, indeks Nikkei tercatat turun 1,15 persen pada pekan ini, mencerminkan langkah investor yang mulai mengunci keuntungan pasca reli yang terjadi sebelumnya.

Sementara itu, investor asing tercatat membeli surat utang Jepang senilai hampir 227,5 miliar yen pada pekan yang sama, menghentikan tren penjualan dalam tiga minggu berturut-turut. Pembelian ini didorong oleh pembelian obligasi jangka panjang senilai 154,8 miliar yen dan instrumen jangka pendek senilai 72,7 miliar yen.

Di sisi lain, investor Jepang turut menambah saham asing senilai 325,1 miliar yen, melanjutkan tren beli dalam empat minggu berturut-turut. Namun, investor asing justru menarik diri dari pasar obligasi asing untuk minggu ketiga berturut-turut dengan penjualan bersih senilai 331,8 miliar yen pada surat utang jangka pendek.

Sementara itu, bursa saham Asia Pasifik tercatat mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa, 31 Desember 2024, akibat pertumbuhan sektor manufaktur China yang tak memenuhi harapan. Meski demikian, indeks acuan CSI 300 berhasil menguat 15 persen sepanjang 2024, setelah tiga tahun berturut-turut mengalami penurunan. Indeks CSI 300 ditutup melemah 1,6 persen pada 31 Desember 2024, berada di posisi 3.934,91.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng menguat tipis ke posisi 20.059,95, mengakhiri penurunan empat tahun berturut-turut, dengan lonjakan hampir 18 persen sepanjang 2024.

Indeks manajer pembelian (PMI) sektor manufaktur China pada Desember tercatat di angka 50,1, sedikit di bawah ekspektasi, menandakan bahwa langkah-langkah stimulus yang diambil oleh Beijing tidak cukup signifikan untuk merangsang perekonomian.

 

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *