Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, mengalami penurunan sebesar 102,24 poin, atau sekitar 0,26 persen, pada Rabu (8/1/2025), berakhir di level 39.981,06. Indeks Topix juga melemah 0,59 persen, menjadi 2.770.
Seperti dilaporkan oleh AFP, penurunan indeks Nikkei ini mengikuti pergerakan saham di Wall Street, yang dipicu oleh kekhawatiran terbatasnya pemangkasan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Kekhawatiran tersebut muncul setelah laporan yang menunjukkan kondisi perekonomian Amerika Serikat yang tetap solid.
Saham-saham perusahaan asuransi menjadi yang paling tertekan pada perdagangan hari ini, dengan saham Tokio Marine Holdings terjun 4,06 persen. Saham Sompo Holdings dan MS&AD Insurance Group Holdings masing-masing turun 3,23 persen dan 3,14 persen.
Saham perusahaan manufaktur peralatan elektronik, Omron, serta perusahaan pengelola department store Isetan Mitsukoshi Holdings juga mengalami penurunan tajam, masing-masing anjlok 3,9 persen dan 3,74 persen. Saham perusahaan pengelola taman hiburan, Oriental Land, dan perusahaan keuangan Orix juga tergerus, merosot masing-masing 3,42 persen dan 3,27 persen.
Di pasar mata uang, nilai tukar dolar AS terhadap yen tercatat berada di kisaran 158,19 yen per dolar AS.
Sementara itu, dengan valuasi saham yang melonjak pada tahun 2024, banyak investor kini merasa ragu untuk menambah dana mereka ke pasar saham. Bagi yang bingung menentukan tujuan investasi berikutnya, dapat mempertimbangkan akses ke portofolio yang telah terbukti dengan potensi tinggi.
Pada tahun 2024, AI ProPicks telah mengidentifikasi dua saham yang melonjak lebih dari 150%, empat saham lainnya yang meningkat lebih dari 30%, dan tiga saham yang naik lebih dari 25%. Portofolio yang dirancang khusus untuk saham Dow, saham S&P, saham teknologi, serta saham Mid Cap ini memberikan berbagai strategi yang bisa dipertimbangkan untuk membangun kekayaan.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
