Sebagian besar mata uang Asia melemah pada hari Senin, 13 Januari 2025, tertekan oleh penguatan dolar AS setelah data penggajian AS yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memicu peningkatan ekspektasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada laju yang lebih lambat pada 2025. Dolar AS mencapai level tertinggi dalam 24 bulan, mendukung dolar indeks yang menguat lebih lanjut di perdagangan Asia.
Meskipun data perdagangan China menunjukkan angka yang positif, yuan tetap rapuh, dan upaya dari People’s Bank of China untuk mendukung mata uangnya tidak banyak membantu. Perdagangan di kawasan ini sedikit terhambat karena hari libur pasar Jepang, meskipun yen dan mata uang regional lainnya tetap tertekan.
Data penggajian non-pertanian AS yang kuat menunjukkan pasar tenaga kerja yang tetap kuat, yang meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi yang tinggi dan pasar tenaga kerja yang kokoh dapat memperlambat pelonggaran kebijakan suku bunga. Sementara itu, data inflasi indeks harga konsumen yang akan dirilis pada hari Rabu dan pernyataan pejabat The Fed akan menjadi sorotan pasar untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter. Analis Goldman Sachs memperkirakan hanya akan ada dua kali penurunan suku bunga pada 2025, lebih sedikit dari perkiraan sebelumnya yang tiga kali.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
