Pada akhir pekan lalu, indeks Nikkei ditutup turun 1,05% pada posisi 39.190, sedangkan indeks Topix turun 0,8% menjadi 2.714. Indeks Nikkei berjangka Maret 2025 juga tercatat turun 0,78% pada posisi 39.250. Penurunan ini mencerminkan melemahnya sentimen saham global yang dipicu oleh risalah terbaru dari Federal Reserve.
Sentimen pasar hari ini dipengaruhi oleh pergerakan saham di Wall Street, yang berakhir mixed, dengan Nasdaq tertekan akibat anjloknya saham Nvidia. Di sisi lain, harga minyak mentah WTI melambung ke posisi tertinggi dalam lima bulan terakhir setelah adanya risiko sanksi terhadap Rusia, yang dapat memengaruhi pasar secara lebih luas.
Secara teknikal, menurut analis Vibiz Research Center, indeks Nikkei berjangka hari ini berpotensi melemah. Pada awal sesi, diperkirakan indeks dapat turun ke posisi 39.160, dan jika melanjutkan tren penurunan, bisa menuju level S1 hingga S2. Namun, jika terjadi pembalikan arah, indeks berpotensi naik ke level 39.410 dan jika tembus, dapat mendaki ke level R1 hingga R2.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
