0 0
Read Time:55 Second

Bursa saham China dan Hong Kong mengalami penurunan pada Rabu (22/1/2025), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan penerapan tarif baru pada impor dari China. Pernyataan tersebut mengakhiri periode singkat penguatan pasar yang terjadi sebelumnya.

Mengutip Reuters, Indeks saham unggulan CSEI 300 turun 1,1% pada perdagangan pagi, mencatatkan penurunan terbesar dalam hampir dua minggu. Indeks Shanghai Composite juga mengalami penurunan sebesar 0,9%.

Di Hong Kong, Indeks Hang Seng melemah 1,5%, terjun kembali dari posisi tertinggi dalam satu bulan.

Sentimen pasar tertekan setelah Trump menyatakan bahwa pemerintahannya masih mempertimbangkan bea masuk sebesar 10% pada impor dari China, yang terkait dengan masalah fentanyl. Pernyataan ini mengakhiri kelegaan sementara yang terjadi pada sesi perdagangan Asia Selasa, ketika Trump memilih untuk tidak mengumumkan tarif khusus China pada hari pertama setelah kembali menjabat.

Analis di Citic Securities menyatakan bahwa sentimen pasar akan terus berada di bawah tekanan, yang akan membebani aset berisiko, karena kemungkinan Trump akan mengumumkan langkah-langkah lebih drastis untuk mencapai tujuannya dalam kebijakan perdagangan dengan China.

 

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *