0 0
Read Time:1 Minute, 16 Second

Harga emas dunia mengalami pelemahan pada perdagangan Rabu, 29 Januari 2025, di tengah penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi. Berdasarkan data Refinitiv, harga emas di pasar spot tercatat pada US$2.757,71 per troy ons, turun 0,2% dibandingkan dengan posisi sebelumnya.

Namun, pada awal perdagangan Kamis, 30 Januari 2025, harga emas sedikit menguat 0,07%, mencapai US$2.759,33 per troy ons. Penguatan harga emas ini terjadi meskipun adanya peningkatan nilai dolar AS yang naik 0,3%, yang membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun juga menjadikan emas, yang tidak memberikan imbal hasil, menjadi kurang menarik bagi investor.

Pelemahan harga emas ini terjadi setelah The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 4,25%-4,50%, dengan pernyataan yang sedikit lebih hawkish dari yang diperkirakan pasar. The Fed menyatakan bahwa inflasi tetap tinggi, pertumbuhan ekonomi berlanjut, dan tingkat pengangguran tetap rendah, yang memicu ekspektasi bahwa bank sentral AS mungkin tidak akan terburu-buru untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Tai Wong, seorang pedagang logam independen, menyatakan bahwa pasar aset sedikit terkoreksi setelah pernyataan The Fed yang dianggap sedikit lebih agresif, yang membuat harga emas bergerak lebih rendah. Sementara itu, dengan kondisi inflasi yang masih tinggi dan prospek pertumbuhan yang berlanjut, investor cenderung menunggu data inflasi dan ketenagakerjaan lebih lanjut untuk menilai langkah kebijakan The Fed selanjutnya.

 

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *