0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

New York, 11 Januari 2025 โ€“ Harga emas melonjak tajam hingga mencapai level $2930 per troy ons, didorong oleh lonjakan permintaan aset safe haven seiring dengan meningkatnya ketegangan perdagangan global dan ketidakpastian ekonomi yang terus berlanjut. Permintaan yang tinggi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap risiko-risiko yang muncul akibat perkembangan politik dan ekonomi global yang semakin memanas.

Salah satu faktor utama yang memicu lonjakan harga emas adalah keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif 25% pada semua impor baja dan aluminium ke AS. Pengumuman ini menambah ketegangan dalam hubungan perdagangan internasional dan memicu kekhawatiran akan terjadinya dampak negatif yang lebih luas terhadap perekonomian global. Selain itu, Trump juga mengisyaratkan akan mengumumkan tarif timbal balik baru dalam waktu dekat, yang semakin memperburuk ketidakpastian di pasar.

Selain isu perdagangan, ketegangan geopolitik juga turut mendorong permintaan emas. Ketegangan meningkat setelah Hamas memutuskan untuk menangguhkan pembebasan sandera Israel, dengan alasan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel di Gaza. Ketegangan ini menambah ketidakpastian di Timur Tengah dan berpotensi memengaruhi stabilitas global.

Spekulasi bahwa bank-bank sentral utama di dunia akan terus memangkas suku bunga juga mendukung kenaikan harga emas. Para investor mengharapkan bahwa Federal Reserve (The Fed) AS masih akan menurunkan suku bunga hingga dua kali pada tahun ini, untuk mendukung perekonomian AS yang tengah menghadapi ketidakpastian global. Sementara itu, Bank of England (BoE) dan Reserve Bank of India (RBI) baru-baru ini mengumumkan pemangkasan suku bunga, mengikuti langkah yang sama yang dilakukan oleh European Central Bank (ECB), Riksbank, dan Bank of Canada (BoC).

Aksi beli emas yang dilakukan oleh bank sentral juga turut mendongkrak harga emas, dengan People’s Bank of China (PBoC) dilaporkan telah meningkatkan cadangan emasnya selama tiga bulan berturut-turut. Bank sentral lainnya di seluruh dunia juga aktif membeli emas sebagai langkah untuk mendiversifikasi cadangan devisa mereka dan mengurangi ketergantungan pada mata uang utama.

Kombinasi dari ketidakpastian geopolitik, kebijakan moneter yang longgar, serta permintaan dari bank sentral global telah membuat emas menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan terhadap potensi risiko sistemik dan inflasi. Dengan tren ini, banyak analis yang memperkirakan bahwa harga emas dapat terus mengalami penguatan, tergantung pada perkembangan lebih lanjut dari ketegangan politik dan kebijakan ekonomi yang ada.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *