Hong Kong, 10 Januari 2025 โ Pasar saham Asia-Pasifik membuka perdagangan hari Selasa dengan catatan positif, dipicu oleh lonjakan di Wall Street yang tampaknya mengabaikan dampak langsung dari pengumuman tarif baru yang diluncurkan oleh Presiden AS Donald Trump. Di tengah kekhawatiran tentang dampak tarif terhadap perdagangan global, pasar saham regional menunjukkan optimisme yang terus berlanjut, dengan beberapa indeks utama mencatatkan kenaikan.
Pada hari Senin, Presiden Trump menandatangani perintah yang secara resmi mengenakan tarif 25% pada semua impor baja dan aluminium ke AS, kebijakan yang diperkirakan akan mempengaruhi hubungan perdagangan dengan sejumlah negara, termasuk mitra besar seperti China, Uni Eropa, dan Kanada. Namun, meskipun ada kekhawatiran bahwa langkah tersebut bisa memperburuk ketegangan perdagangan internasional, pasar saham di Asia-Pasifik tetap bergerak positif, mencerminkan adanya harapan pasar terhadap pertumbuhan ekonomi global yang tetap stabil.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 diperdagangkan 0,24% lebih tinggi pada pembukaan perdagangan Selasa, mencatatkan pergerakan moderat seiring dengan terus bertumbuhnya optimisme investor. Di pasar Korea Selatan, Kospi juga mengalami kenaikan sebesar 0,36%, sementara indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq diperdagangkan datar, menunjukkan adanya ketidakpastian di kalangan investor yang lebih berhati-hati.
Sementara itu, pasar Hong Kong menunjukkan sedikit penguatan dengan indeks berjangka Hang Seng yang diperdagangkan di angka 21.576, sedikit lebih tinggi dari penutupan sebelumnya yang berada di 21.521,98. Meskipun ada beberapa ketegangan global, banyak investor yang masih melihat potensi pertumbuhan pasar saham Hong Kong, terutama di sektor teknologi dan perusahaan besar yang berbasis di kawasan tersebut.
Di Jepang, pasar tutup pada hari ini karena libur nasional, sehingga tidak ada pergerakan signifikan di Bursa Saham Tokyo. Namun, investor Jepang tetap memperhatikan perkembangan pasar global dan kebijakan ekonomi dari AS yang dapat mempengaruhi pasar domestik setelah pasar dibuka kembali.
Secara lebih luas, investor di Asia-Pasifik juga akan memperhatikan pergerakan pasar Singapura setelah indeks Straits Times mencapai rekor tertinggi intraday sepanjang masa pada hari Senin di angka 3.910,12. Kinerja positif ini menunjukkan adanya optimisme yang meluas di pasar Asia Tenggara, dengan harapan terhadap pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan. Negara-negara di kawasan ini, terutama yang memiliki hubungan perdagangan erat dengan Tiongkok dan AS, tampaknya mulai menerima dampak lebih kecil dari ketegangan perdagangan yang ada.
Sementara itu, di pasar saham AS, tiga indeks utama ditutup lebih tinggi pada hari Senin, meskipun adanya kekhawatiran atas tarif baru Trump. Dow Jones Industrial Average naik 167,01 poin atau 0,38%, dipimpin oleh kenaikan 4,8% di saham McDonald’s setelah perusahaan itu melaporkan hasil yang lebih baik dari ekspektasi pasar terkait penjualan toko yang sama. Indeks utama ini berakhir pada 44.470,41.
S&P 500 juga menunjukkan kinerja yang solid, naik 0,67% hingga menutup perdagangan pada level 6.066,44. Sementara itu, Nasdaq Composite yang banyak didominasi oleh saham-saham teknologi, mencatatkan kenaikan 0,98% menjadi 19.714,27. Kenaikan ini dipimpin oleh kinerja solid dari perusahaan-perusahaan teknologi besar yang terus menunjukkan pertumbuhan meskipun adanya ketidakpastian ekonomi global. Investor menunjukkan minat yang kuat terhadap sektor teknologi, yang dianggap lebih tahan terhadap fluktuasi pasar dan dapat terus berkembang meskipun adanya hambatan dari kebijakan perdagangan internasional.
Secara keseluruhan, meskipun tarif baru yang diumumkan oleh Trump menambah ketegangan dalam hubungan perdagangan internasional, pasar saham global, termasuk Asia-Pasifik, tetap menguat. Investor akan terus memantau perkembangan lebih lanjut mengenai tarif, serta data ekonomi yang akan dirilis minggu ini, termasuk laporan inflasi AS dan data penjualan ritel yang dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang kondisi ekonomi domestik AS dan dampaknya terhadap perekonomian global.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
