0 0
Read Time:1 Minute, 4 Second

Harga minyak mentah dunia melemah di awal pekan ini setelah wilayah Kurdistan Irak kembali mengekspor minyak ke Turki. Langkah ini menambah tekanan bagi pasar yang sudah dihadapkan pada rencana OPEC+ untuk meningkatkan produksi pada November. Minyak Brent turun ke $69,79 per barel, sementara WTI melemah ke $65,29 per barel.

Ekspor dari Kurdistan dimulai kembali setelah tercapai kesepakatan antara pemerintah Irak, otoritas Kurdistan, dan perusahaan asing. Sekitar 180.000–190.000 barel per hari dikirim ke Pelabuhan Ceyhan, Turki, dengan potensi meningkat hingga 230.000 barel per hari. Arus pasokan baru ini memberi tekanan tambahan pada harga yang sebelumnya sempat stabil.

Untuk berita energi dan analisis pasar terkini, kunjungi Newsmaker.id.

Sementara itu, OPEC+ diperkirakan akan menambah produksi setidaknya 137.000 barel per hari guna mempertahankan pangsa pasar global. Meski begitu, kelompok ini masih memproduksi sekitar 500.000 barel per hari di bawah target, sehingga keseimbangan antara suplai dan permintaan masih rapuh.

Ikuti pembaruan harga minyak dan komoditas lain melalui Instagram resmi Equityworld Praxis atau kunjungi website resmi kami untuk mengenal produk dan layanan trading lebih dalam.

Di sisi geopolitik, konflik Rusia–Ukraina dan sanksi baru terhadap Iran tetap menjadi risiko bagi pasokan global. Serangan Rusia ke Kyiv kembali meningkat, sementara embargo senjata PBB terhadap Iran bisa memicu ketegangan baru di pasar energi internasional.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *