Perak menunjukkan performa impresif dengan diperdagangkan di kisaran $47 per ons pada Selasa (30/9), mencatat potensi kenaikan hampir 20% sepanjang September. Lonjakan ini terjadi karena investor mencari perlindungan di aset safe haven di tengah meningkatnya risiko penutupan pemerintah AS. Situasi ini diperparah oleh belum tercapainya kesepakatan anggaran antara Presiden Donald Trump dan para pesaing politiknya, yang menambah ketegangan di pasar global.
Ingin terus mengikuti berita terkini seputar pasar logam mulia dan ekonomi dunia? Kunjungi portal berita kami di Newsmaker.id untuk pembaruan lengkap setiap harinya.
Departemen Tenaga Kerja AS turut memperingatkan bahwa data ekonomi penting seperti laporan ketenagakerjaan bulanan bisa tertunda jika penutupan pemerintah benar-benar terjadi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan pelaku pasar, sebab data tersebut menjadi acuan penting bagi kebijakan Federal Reserve dalam menentukan arah penurunan suku bunga berikutnya.
Jangan lewatkan juga informasi produk dan profil lengkap perusahaan kami melalui situs resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Selain faktor geopolitik, sisi fundamental pasokan turut mendukung harga perak. Silver Institute memproyeksikan terjadinya defisit pasokan tahunan kelima berturut-turut pada tahun 2025, dengan kekurangan lebih dari 100 juta ons, menandakan permintaan yang terus melampaui produksi global. Kondisi ini memberi peluang besar bagi investor untuk mempertimbangkan posisi jangka menengah hingga panjang di logam mulia ini.
Untuk mencoba fitur trading dan memahami lebih dalam pergerakan pasar, Anda bisa mengakses akun demo gratis melalui tautan ini. Atau, ikuti update dan edukasi pasar harian kami di Instagram resmi agar tidak ketinggalan momentum berikutnya.
