Harga perak mengalami penurunan pada sesi perdagangan Selasa, dengan XAG diperdagangkan di level $51,65 saat berita ini ditulis. Pelemahan ini terjadi karena menurunnya minat investor terhadap aset safe haven seiring mencairnya hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Untuk analisis komoditas lainnya dan informasi pasar terkini, kunjungi situs resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Presiden AS Donald Trump menyatakan optimismenya bahwa kesepakatan dagang dengan Tiongkok dapat tercapai dalam waktu dekat. Pernyataan ini menenangkan pasar dan menekan harga logam mulia, termasuk perak. Ketika risiko geopolitik menurun, investor cenderung mengalihkan dana mereka ke aset berisiko seperti saham.
Ikuti pembaruan berita pasar global melalui akun Instagram resmi kami untuk mendapatkan update cepat setiap hari.
Menjelang pertemuan puncak AS–Tiongkok, pejabat tinggi kedua negara dijadwalkan bertemu di Malaysia untuk membahas isu-isu penting seperti ekspor mineral langka dan kebijakan tarif tambahan. Harapan akan kemajuan perundingan ini memperkuat keyakinan bahwa tensi global bisa menurun, sehingga tekanan jual terhadap perak semakin meningkat.
Anda juga bisa membaca berita ekonomi internasional lainnya di portal newsmaker.id.
Selain faktor geopolitik, pasar juga bereaksi positif terhadap kabar bahwa penutupan pemerintahan AS kemungkinan akan segera berakhir. Sinyal dari Gedung Putih menumbuhkan kepercayaan bahwa kebuntuan politik bisa terselesaikan, mendorong investor untuk keluar dari aset lindung nilai seperti perak.
Jika Anda ingin memahami lebih dalam cara memanfaatkan momen pasar seperti ini, coba fitur simulasi trading kami di akun demo gratis.
Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada data inflasi AS yang dijadwalkan rilis akhir pekan ini. Angka inflasi yang tinggi bisa membuat Federal Reserve menahan diri dalam menurunkan suku bunga, dan hal ini dapat menekan harga perak lebih lanjut.
Untuk mengikuti seluruh tautan sosial media dan kanal resmi perusahaan kami, kunjungi Linktree EWF Praxis.
