Harga emas melonjak melampaui level US$2.600 per ons untuk pertama kalinya pada Jumat (20/9/2024), mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH). Kenaikan ini didorong oleh spekulasi tentang kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed, serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Harga emas spot naik 1,37% menjadi US$2.622,2 per ons, dengan puncak rekor mencapai US$2.625. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS juga melejit 1,2% ke angka US$2.646,3.
Kenaikan terbaru harga emas ini disebabkan oleh langkah agresif The Fed yang memulai siklus pelonggaran kebijakan moneter pada Rabu (18/9/2024) dengan pemangkasan suku bunga sebesar 0,5% atau 50 basis poin (bps). Langkah ini meningkatkan daya tarik emas, yang dikenal sebagai aset aman tanpa imbal hasil bunga.
Sepanjang tahun 2024, harga emas telah meningkat 26%, mencatatkan kenaikan tahunan terbesar sejak 2010. Investor kini lebih memilih emas sebagai aset perlindungan di tengah ketidakpastian yang disebabkan oleh konflik berkepanjangan di Timur Tengah dan wilayah lainnya.
Namun, para analis memperingatkan kemungkinan adanya koreksi harga dalam waktu dekat. Ghali menambahkan bahwa sumber dari aktivitas pembelian saat ini masih belum jelas, mengingat aliran dana ke ETF (exchange traded fund) relatif kecil, sementara pembeli di Asia masih enggan berbelanja, yang menunjukkan adanya ‘posisi yang ekstrem’.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
